Harga Minyak Goreng Mahal, Berikut 5 Konglomerat Penguasa Minyak Goreng di Indonesia

Harga Minyak Goreng Mahal, Berikut 5 Konglomerat Penguasa Minyak Goreng di Indonesia

Haisawit - Dalam beberapa waktu belakangan, harga minyak goreng terus mengalami kenaikan hingga tembus Rp 20 ribu/liter. Padahal sebelumnya pemerintah melalui Kementerian Perdagangan sudah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp 11.000 liter.

Penyebab Harga Minyak Goreng Mahal

Diberitakan money.kompas.com (24/12/2021), disebtutkan bahwa harga minyak goreng mahal terjadi karena tingginya harga CPO. Kenaikan CPO di pasar dunia terutama disebabkan oleh menipisnya pasokan. Dua negara penghasil CPO terbesar dunia, Indonesia dan Malaysia, disebut mengalami penurunan produksi.

Menurut Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Eddy Abdurrachman seperti yang diberitakan di finance.detik.com (28/12/2021),  menjelaskan bahwa harga komoditas sawit meroket imbas penurunan produksi. Penurunan itu karena faktor El Nino dan La Nina sangat mempengaruhi kegiatan produksi sawit.

Salah satu pedagang minyak goreng bernama Tole di Pasar Pondok Gede, Jawa Barat, seperti yang diberitakan oleh idxchannel.com (27/12/2021), Tole mengatakan kenaikan harga minyak sudah berjalan kurang lebih 3 bulan.

"Harga ini sudah lama, 3 bulanan lah itu naik terus belum pernah turun, apalagi minyak kemasan harganya mencapai hampir Rp 40 ribu per 2 liter, sebelumnya Rp32 ribu dan sempat 28 ribu satu liternya," sambung Tole.

Konglomerat Penguasa Minyak Goreng di Indonesia

Ditengah melambungnya harga minyak goreng, yuk kita lihat konglomerat penguasan minyak goreng di Indonesia.

Berikut daftar konglomerat yang kaya raya dari bisnis pabrik minyak goreng di Indonesia seperti yang dimuat dalam kompas.com (24/12/2021):

1. Martua Sitorus

Martua Sitorus adalah sosok di balik gurita bisnis Wilmar dengan salah satu produknya adalah minyak goreng dengan berbagai merek. Di Indonesia, merek minyak goreng dari Wilmar adalah Fortune dan Sania.

Wilmar International Ltd pernah masuk sebagai perusahaan sawit terbesar dunia pada tahun 2018. Saat baru awal berdiri, perusahaan ini memiliki kurang dari 10.000 hektar kebun kelapa sawit di Sumatera Utara.

Kemudian perusahaannya terus berkembang hingga ratusan ribu hektar dan memiliki banyak pabrik pengolahan minyak sawit. Majalah Forbes bahkan menjulukinya sebagai Raja Minyak Sawit Indonesia.

Versi Forbes, Martua Sitorus memiliki kekayaan bersih sebesar 2,9 miliar dollar AS dan menempatkannya di urutan 1.101 orang terkaya di dunia.

2.  Bachtiar Karim

Bachtiar Karim bersama dengan saudaranya, Burhan dan Bahari, adalah pemilik Grup Musim Mas, salah satu perusahaan sawit terbesar di Indonesia. Pada 2019, penjualan konglomerasi sawit itu mencapai 6,6 miliar dollar AS. Bachtiar Karim adalah orang terkaya di Indonesia di urutan kesebelas versi Forbes. Total kekayaannya adalah 3,1 miliar dollar AS.

Produk minyak goreng terkenal dari Musim Mas adalah Sanco, Amago, dan Voila. 

3. Anthony Salim

Selain produk mie instan, Indomie, Anthony Salim juga memiliki bisnis penyumbang pundi-pundi kekayaan Grup Salim, yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang Kelapa sawit yang dijalankan antara lain lewat Indofood Agri Resources Ltd, PT. Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Dalam beberapa tahun ke belakang, Grup Salim juga mengakuisisi banyak perusahaan kelapa sawit, sehingga luas kebun sawit yang dikelolanya semakin besar.

Produk minyak goreng terkenal dari Grup Salim adalah Bimoli, Delima, dan Happy.

Generasi kedua keluarga Salim itu juga beberapa kali dinobatkan Forbes sebagai orang terkaya di Indonesia. Tahun 2020, ia berada di urutan keempat dengan kekayaan 5,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 83,35 triliun.

4. Keluarga Widjaya

Keluarga Widjaja juga merupakan penguasa minyak goreng melalui perusahaan Grup Sinar Mas yang didirikan oleh Eka Tjipta Widjaya. Sepeninggal Eka Tjipta, bisnis perusahaan diteruskan ke generasi kedua dan ketiganya.

Produk minyak goreng terkenalnya dari Grup Sinar Mas adalah Filma.

5. Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto adalah konglomerat pemilik grup usaha Royal Golden Eagle International (RGEI) yang bergerak di berbagai industri di antaranya yang terbesar yakni industri kertas dan pulp oleh (Asia Pacific Resources International Holding Ltd atau APRIL), dan industri perkebunan Kelapa Sawit (Asian Agri dan Apical).

Dicatat Forbes, kekayaan Sukanto Tanoto mencapai 2,1 miliar dollar AS dan menempatkannya di urutan 1.561 orang paling tajir di dunia di 2021.

Bisnis kelapa sawit dan minyak goreng RGEI berada di bawah bendera Apical dan Asian Agri. Salah satu produk minyak gorengnya yang cukup terkenal adalah Camar.

Lebih baru Lebih lama